HANTU BERGAUN MERAH | Episode Ke 1





Asalamu allaikum warahmatullahi wabarakathu,

Salam hangat dan sejahtera bagi penggemar kisah misteri di mana pun kalian berada, kisah misteri kali ini penulis akan mengisah kan salah satu kisah misteri yang akan penulis tuturkan di sini,  penulis tidak akan mengatakan bahwa ini sebuah kisah nyata atau bukan, jadi biarlah kisah ini tetap menjadi kisah misteri, yang terpenting bagi penulis yaitu para pembaca bisa terhibur.

Kisah ini ber awal ketika penulis bekerja di salah satu pabrik di daera ci**** pada tahun 2003, dan untuk kisah yang satu ini,  baik nama dan tempat akan penulis samarkan,  baiklah seperti apa kisah nya ... yuuu
pada tahun 2003,  saat itu aku bekerja di sebuah pabrik kimia yang baru saja berdiri,  yang dimana pabrik tersebut juga baru selesai dalam proses tahap pembangun,  situasi pabrik baru itu,  masih sangat terlalu sepi karena memang belum mulai beroprasi, saat itu  karyawan pun  Cuma baru ada beberapa orang saja, termasuk aku dan beberapa tenaga ahli, walau pun masih belum beroprasi, aku dan beberapa kawan ku yang satu angkatan saat itu sudah mulai bekerja,  baik melakukan uji coba tes mesin / start up engine, atau mengikuti  para tenaga ahli dalam memberikan arahan arahan teknik dasar dalam proses produksi dari tahap awal sampai tahap akhir.

Dari sembilan orang yang di training termasuk aku, nanti nya apabila setelah menguasai,  akan di bagi dan di pisah pisahkanberdasarkan skill masing masing per divisinya,  dan kebetulan aku terpilih berkerja untuk di bagian terakhir dari suatu proses produksi. Dimana lokasi kerjaku berada di lantai 4 yaitu lantai yang paling tinggi dari semua divisi,  karena di bagian ku itu ada semacam tower/silo tempat masuk nya bahan proses yang besar sekali untuk mengalirkan bahan jadi ke bagian lantai 1 berupa corong bahan ke bagian pengepakan /  packing.

hingga berjalan 2 bulan uji coba,  segala sesuatu nya berjalan lancar dan sesuai seperti yang di harapkan,, hari hari kami lalui seperti biasa,  sampai pada akhir nya karyawan pun mulai  bertambah hingga mendekati tahun pertama.

Nah belum genap satu tahun berkerja di pabrik tersebut, justru keanehan keanehan bahkan keganjilan  mulai bermunculan atau menunjukan gelagat ga beres, seperti  hal nya tiba tiba motor induksi dengan sendiri nya berubah posisi, berhenti mendadak atau lampu menara tower bergoyang goyang, dan pada bagian belakang pabrik kalau malam hari di areal limbah limbah besi tua sering terlihat banyak anak anak kecil yang suka lari lari seperti sedang seru bermain, atau ada orang berjalan ketika kita hampiri tiba tiba hilang, dan banyak lagi fenomena mistis lain nya,  hal hal seperti ini  kerap sekali terjadi di pabrik tempat ku berkerja, tapi hal hal seperti ini kami anggap sesuatu hal yang biasa di areal pabrik.

Selepas 1 tahun, pabrik di mana tempat aku berkerja sama sekali tidak menunjukan kemajuan, malah yang ada ke tidak pastian karena terlalu sering mengalami kerusakan, ada saja penyebab nya, yang akhir nya membuat para karyawan disana termasuk aku,  malah lebih banyak melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak sesuai dengan job skill kita ,  yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan kebersihan melulu,  seperti potong rumput, membersihkan areal irigasi selokan pabrik, malahan sempat nanam 1000 pohon pepaya dan pohon jati di areal lingkungkungan pabrik,  macam macam lah, pokok nya pekerjaan yang jauh berbeda dengan tujuan awal kita di latih atau di training dulu, tapi itu semua kita jalani dengan suka cita karena bagiku saat itu menjalin kebersamaan dengan kawan kawan kerja sangat berharga sekali dan menyenangkan, adapun kondisi tempat kerja kami tidak kunjung mengalami perubahan kami mengerti dan maklum bahkan kami bersyukur masih tetap berkerja.

Pabrik itu,  1 minggu beroperasi 3 minggu off, walau demikian  kita masih tetap bertahan berkerja dan bahkan di bagian divisiku saat itu,  yang tadinya hanya berdua saja kini sudah bertambah karyawan menjadi  delapan orang,  cukup aneh juga produksi aja gak pernah lancar, tapi karyawan malah makin banyak, yah tapi itu bukan kita punya urusan, sebagai karyawan kita senang aja tentunya makin banyak kawan, dan yang penting, di mana kalau sewaktu waktu pabrik beropersi/ produksi penuh kita sudah siap bisa membagi waktu kerja menjadi 4 group yaitu 3 shift kerja dan  1 group libur.

*hingga pada suatu malam, kalau tidak salah,  saat itu aku dan seorang partner kerja ku sebut saja si otong (nama samaran) kebagian sift 3 alias sift malam, waktu kerja masuk jam 00.00 malam dan pulang jam 08. 00 pagi, sekitar jam 23.45 malam, ketika aku sudah mulai memasuki areal pabrik, saat itu aku baru sampai di lantai dasar atau areal divisi packing, tiba tiba aku di kejutkan oleh kehadiran kawan ku yang cukup akrab kala itu,  namun dia bekeja di bagian bawah / divisi packing,  sebut saja si ujang ( nama samaran )
dengan wajah pucat di menceritakan sesuatu yang baru saja dia alami dan sontak  membuat aku merinding saat itu, kira kira percakapan kami saat itu,

ujang :  kang hari, saya tadi barusan di bawah tangga itu tuh, (ujang sambil menunjuk ke arah     kamar mandi) waktu mau bersih bersih  sama ganti baju pas di depan pintu kamar mandi ada yang berdiri pake baju merah, saya kira itu temen satu sift saya, waktu saya ke situ tau nya itu perempuan kang, saya kaget. Amit amit kang, mukanya hancur sebelah,Trus perempuan itu melototin saya kang mukanya  hiiiy,,, serem kang sumpah

saya :    jang yang bener kamu weh, jangan nakut nakutin dong saya baru masuk,  mana sampe pagi lagi, kamu nih mentang mentang mau pulang pake nakut nakutin saya lagi. (ujang sift 2,  dia masuk kerja sore pukul 16.00 danpulang jam 12 malam)

Posisi kamar mandi terletak persis di bawah tangga, yang merupakan salah satu jalan penghubung ke lokasi divisi aku, yang ada di lantai paling atas, dan untuk setiap satu jam sekali partner kerjaku pasti turun ke bawah ke bagian packing untuk ambil sample bahan dan tentunya pasti melewati kamar mandi tersebut.
Kembali ke obrolan kami,

Ujang :  bener kang harry sumpah aja saya ga bohong,  ya udah ya kang saya mau pulang dulu
Saya    : ya udah jang, hati hati dijalan

Sambil melihat kepergian ujang keluar dari areal pabrik  lalu sedikit aku lirik itu kamar mandi, agak jadi ciut juga nih,  setelah denger cerita si ujang malam itu,

Tak lama berselang partner kerja ku  datang, dan kami pun bersama sama naik  ke atas, setelah sampai ke ruangan kerja kami di atas, aku tidak menceritakan apapun yang baru di ceritakan kawan ku ujang tadi ke partner kerja ku, pikir ku, kalau aku ceritakan nanti dia takut lagi, terus gak mau ambil sample bisa bisa aku sendiri yang jadi repot, di benaku saat itu,

hingga sampai pagi, semua ke adaan stabil dan lancar tidak ada kendala apapun hingga kami pulang berganti shift dengan yang kerja masuk pagi.

Tapi sob, di hari hari berikut nya aku gak liat liat lagi kawan ku ujang yang malam itu bercerita ke padaku, prihal sesosok yang dia temui kala itu, hari pertama, aku Tanya kawan kawan nya di bawah, katanya dia sakit ga bisa masuk kerja.  Pikir ku, oohh, mungkin kecapean kali, tapi kawan ku ini ternyata malah hampir 2 minggu dia ga masuk kerja semenjak melihat hantu itu,  aku jadi berfikir kala itu, apa dia bener bener ketakutan setelah melihat penampakan itu hingga memutus kan berhenti berkerja.  Lalu pada suatu malam, pada shift malam berikut nya lagi, aku ketemu dia ( ujang ) aku pun terlibat obrolan kembali

Saya:     jang, hei kemana aja kamu, ko lama banget kamu ga masuk masuk kerja kenapa?
Ujang:   eh kang harry, iya nih kang saya abis sakit, ini juga kayanya saya malem terakhir kerja disini
Saya:     hah, maksud kamu?
Ujang: sambil senyum lemas, iya saya mau berenti kerja aja mungkin besok saya ga masuk lagi kang saya udah gak kuat
Saya:     dengan agak termenung lalu saya berkata, cari kerja susah loh jang, tapi kalau emang itu sudah jadi keputusan kamu yang terbaik,  ya sudah jangan di paksakan, kemudian aku pamit ke atas sambil meninggalkan ujang kala itu, ujang terlihat sangat pucat sekali wajah nya ( maaf, hampir terlihat seperti wajah mayat)

Satu minggu, bahkan entah beberapa bulan aku gak pernah ketemu lagi dengan kawan ku ujang itu, hingga pada suatu waktu aku bertemu dengan kakak nya ujang sebut aja udin ( nama samaran ), kakak nya ujang dia juga sama berkerja di tempat kami berkerja, hanya saja kakaknya ujang berkeja jauh sekali di belakang yaitu di bagian proses awal, singkat cerita kami terlibat obrolan begini,

Saya: din adik kamu si ujang gimana kabar nya, udah dapet kerja lagi belum?
Udin gak buru buru menjawab pertanyaan aku saat itu hanya terlihat agak seperti kaget aku menanyakan kabar adik nya
Udin: emang pak harry gak tau kabar adik saya
Malah dia balik Tanya, aneh, lalu jawab ku saat itu
Saya:     engga, emang kenapa??
Mulai terasa ada yang janggal pikir ku saat itu menerka nerka, kemudian udin pun melanjutkan bicara,
Udin:     ujangkangak lama setelah sakit dia meninggal pak harry
Aku seketika itu, terperanjat sob, sumpah kaget sambil istigfar aku lanjut berbicara
Saya: inalilahi wa inalillahi rojiun, yang bener kamu din, ko saya sama sekali gak tau, kawan kawan nya juga ga ada yang ngasih tau kalau ujang ninggal.
Ujang dan udin memang bukan karyawan tetap, mereka karyawan harian/ borongan hanya berkerja kala di butuhkan saja, kalau pabrik off mereka menganggur
Udin:     iya pak harry ujang udah meninggal masa masalah begini saya bohong sama bapak.

Masih dalam keadaan gak percaya, setelah mengetahui kabar nya ujang dari kakak nya yaitu si udin, aku malah jadi terdiam mengingat ngingat perjumpaan terakhir aku dengan ujang, tapi aku pun tidak bercerita saat itu kepada udin,  ketika terakhir aku bertemu ujang di pabrik dan dia bilang mau berhenti berkerja sama aku terbayang jelas sekali. Rupanya dia udah gak ada sob. Yaa ujang yang ramah itu yang sudah akrab dengan aku ternyata telah tiada, anak muda itu sangat sopa sekali dan ramah dia satu satunya anak pekerja harian yang paling akrab dengan ku.

Hari hari pun terus berlalu, mengenai ujang sudah terlupakan, Selang menjelang mendekati tahun berikut nya, lagi lagi kembali mesin mesin di bagian divisiku sering ngadat lagi mengalami kerusakan sehingga menyebab kan beberapa kali pekerja harian sering di liburkan karena off / tidak produksi, kemudian baru di panggil kembali saat hendak mau beroperasi,  setelah beberapa kali maintenance bahkan sempat tenaga ahli di panggil kembali.

Selesai persiapan dan mesin di anggap ready test start up mesin lancer maka,  sambil menunggu para pekerja harian di panggil kembali kerja, kita di liburkan empat hari,  dan seperti biasa kita berkumpul di pos security sambil bercanda bersama rekan rekan kerja ku yang satu ruang kerja, sambil menunggu tanda waktu pulang kerja untuk check roll dan lalu pulang

namun satu hari menjelang masuk kerja, sesuatu yang sangat tragis kembali hadir sob,  aku mendengar kabar duka, kini temen satu ruang kerja ku yang beda shift , sebut saja si eko (samaran)  dia mengalami kecelakaan di jalan raya, dia tabrakan hebat ketika tengah mengendarai sepeda motor nya, yang menyebabkan kaki nya patah tulang beberapa bagian  dan juga  mungkin luka dalam yang cukup serius hingga kawan kerjaku itu meninggal di tempat kejadian, setelah selesai melayat ke esokan hari nya kita pun seperti biasa masuk kerja pagi, sesuai jadwal yang sudah di tentukan yaitu untuk mengawali produksi dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Hanya saja kami semua husus nya di bagian tempat aku bekerja di rundung duka, karena team kerja kita telah kehilangan 1 orang yang sebelum nya sudah sangat kompak dan solid. (Bersambung)

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Horor Ritual Pocong

Ketemu Pocong Bungkuk

Penghuni Kandang Kambing